![]() |
| Petugas kepolisian dan tim medis melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban kebakaran Mega Mall Manado di RS Bhayangkara Tingkat III Manado sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. (Foto istimewa) |
MANADO, Brantas.News — Identitas korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran di pusat perbelanjaan Mega Mall Manado akhirnya berhasil diungkap tim forensik Polda Sulawesi Utara usai proses pemeriksaan di RS Bhayangkara Tingkat III Manado.
Korban diketahui bernama Pricilia Nelly Tamawiwy (34), seorang pegawai Mega Mall yang berdomisili di Kelurahan Melonguane Barat, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kabid Dokkes Polda Sulut, Tasrif, mengungkapkan bahwa identifikasi dilakukan berdasarkan pemeriksaan luar tubuh korban serta barang-barang yang masih melekat saat proses evakuasi.
“Identitas korban diperkuat dengan nametag yang masih tergantung di leher korban ketika ditemukan,” ujarnya.
Jenazah tiba di Bagian Forensik RS Bhayangkara Manado menggunakan ambulans pada Minggu dini hari, 17 Mei 2026, sekitar pukul 00.57 WITA.
Dari hasil pemeriksaan forensik, korban dipastikan tidak meninggal akibat luka bakar berat secara langsung. Tim medis menemukan adanya luka lecet mengelupas dan efek kehitaman pada sejumlah bagian tubuh, namun total luka bakar disebut kurang dari 20 persen.
“Korban diduga meninggal akibat menghirup asap pekat yang mengandung gas beracun Karbonmonoksida (CO) dan Karbondioksida (CO2), sehingga menyebabkan gagal napas,” jelas Kabid Dokkes.
Pihak keluarga, lanjutnya, menolak dilakukan autopsi dalam dan telah menandatangani surat penolakan resmi. Setelah proses pemeriksaan selesai, petugas medis melakukan pemandian jenazah serta pengawetan sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga.
Sekitar pukul 05.00 WITA, jenazah langsung dibawa pulang menuju kampung halaman di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sementara itu, aparat kepolisian masih terus mendalami penyebab kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam, 16 Mei 2026 tersebut. Tim Bid Labfor dan Inafis turut diterjunkan untuk mengungkap sumber api dalam insiden yang mengguncang warga Manado itu.
Red//Cia
