KRI Bima Suci Tinggalkan Bitung, Tuntaskan Misi Diplomasi Maritim 124 Hari di Berbagai Negara Sahabat

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

KRI Bima Suci Tinggalkan Bitung, Tuntaskan Misi Diplomasi Maritim 124 Hari di Berbagai Negara Sahabat

Juli 18, 2026

KRI Bima Suci resmi dilepas dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII, Bitung, Sabtu (18/7/2026), usai menuntaskan misi diplomasi maritim selama 124 hari di berbagai negara sahabat.(Foto istimewa)

BITUNG, Brantas.news – KRI Bima Suci, kapal latih kebanggaan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), resmi dilepas dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu (18/7/2026), usai menuntaskan misi diplomasi maritim selama 124 hari dengan menyinggahi sejumlah negara sahabat.

Pelepasan KRI Bima Suci dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Zona Tengah Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, yang didampingi Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., S.E., M.Tr.Hanla., CRMP.

Turut hadir pula Asisten Personel (Aspers) Kodaeral VIII, Kepala Dinas Pemeliharaan Kapal (Kadissyahal) Kodaeral VIII, serta para Komandan Unsur Satrol Kodaeral VIII sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas keberhasilan KRI Bima Suci menjalankan tugas negara di perairan internasional.


Keberangkatan kembali KRI Bima Suci menjadi simbol keberhasilan TNI Angkatan Laut dalam mengemban misi diplomasi maritim Indonesia. Selama 124 hari pelayaran, kapal latih tersebut menjalankan berbagai agenda persahabatan, kerja sama internasional, serta memperkenalkan identitas Indonesia sebagai negara maritim kepada dunia.

Komandan Satrol Kodaeral VIII, Kolonel Laut (P) Marvill Marfel Frits E.D., menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh prajurit dan taruna yang telah mengemban misi dengan penuh profesionalisme.

Menurutnya, keberhasilan KRI Bima Suci tidak hanya mencerminkan kesiapan prajurit TNI AL dalam menjalankan tugas, tetapi juga menjadi representasi Indonesia sebagai bangsa maritim yang mampu membangun hubungan baik dengan berbagai negara melalui diplomasi di laut.

"Semangat pengabdian, profesionalisme, dan jiwa bahari yang telah ditunjukkan selama pelayaran diharapkan terus menjadi inspirasi dalam memperkuat peran TNI Angkatan Laut sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan sekaligus duta maritim Indonesia di tingkat internasional," ujarnya.

Pelepasan KRI Bima Suci dari Dermaga Satrol Kodaeral VIII juga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan wilayah perairan nasional sekaligus mempererat hubungan persahabatan dengan negara-negara sahabat melalui diplomasi maritim.

Dengan semangat Merah Putih yang terus berkibar di setiap pelayaran, KRI Bima Suci diharapkan kembali mengukir prestasi dan membawa harum nama Indonesia di panggung dunia.

"Selamat melanjutkan pelayaran dan pengabdian. Teruslah mengibarkan Sang Merah Putih di samudra dunia dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia."

Red// Cheny