Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Siap Tempuh Jalur Hukum, Somasi Media yang Beritakan Dugaan Ucapan SARA

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Dansatrol Kodaeral VIII Bitung Siap Tempuh Jalur Hukum, Somasi Media yang Beritakan Dugaan Ucapan SARA

Maret 13, 2026

Komandan Satuan Kapal Patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) VIII Bitung, Kolonel Marvill Marfell Frits bersama perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Satya Bhakti Kota Bitung di Kantor Satrol Kodaeral VIII Bitung, Jumat (13/3/2026). (Foto brantas.news)

BITUNG, Brantas.news – Komandan Satuan Kapal Patroli Komando Daerah Angkatan Laut (Satrol Kodaeral) VIII Bitung, Kolonel Marvill Marfell Frits, menegaskan akan menempuh jalur hukum terhadap salah satu media online yang memberitakan dirinya mengeluarkan pernyataan bernuansa suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) khususnya suku Jawa di kota bitung.

Langkah tersebut diambil setelah muncul pemberitaan di media online Inanews.co.id yang menuding dirinya mengucapkan kalimat “Jawa-Jawa perusak”. Marvill menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan dinilai telah mencemarkan nama baiknya.

Pernyataan itu disampaikan Marvill saat menggelar pertemuan silaturahmi bersama perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Satya Bhakti Kota Bitung di Kantor Satrol Kodaeral VIII Bitung, Jumat (13/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua umum KKJ Satya Bhakti Drs. Aras Sinaba, Penasehat Hi. R. Widayanto, serta Bendahara Umum Sutapa.

Menurut Marvill, penyebaran informasi yang tidak benar, terlebih yang mengandung isu SARA, merupakan hal serius yang harus ditindak secara hukum.

“Saya merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut. Tuduhan bahwa saya mengeluarkan pernyataan bernuansa SARA itu tidak benar,” tegas Marvill.

Ia menyatakan saat ini tengah menyiapkan langkah hukum, termasuk somasi terhadap media yang memuat pemberitaan tersebut.

“Saya sudah menyiapkan somasi kepada media yang memberitakan pencemaran nama baik saya. Apalagi berita tersebut memuat informasi yang tidak benar atau hoaks,” ujarnya.

Marvill menambahkan bahwa langkah hukum ini diambil sebagai bentuk klarifikasi sekaligus upaya menjaga nama baik institusi dan dirinya secara pribadi.

“Saya berharap melalui langkah hukum ini, pihak yang menyebarkan berita tidak benar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya dan ada pemberitaan klarifikasi yang berimbang,” tutupnya.

Ditempat yang sama, Ketua umum KKJ Satya Bhakti Drs. Aras Sinaba, memberikan tanggapan Yang pertama tentunya setelah memperoleh informasi itu kami tidak langsung percaya di grup khusus yang saya anggap bisa dipertanggung jawabkan teman-teman itu supaya tidak jadi liar Karena kami tahu tidak semua anggota kami itu bisa menerima berita ini dengan akal sehat dengan pikiran.

"Jadi kami tetap konfirmasi dengan teman-teman yang saya anggap punya pemikiran jernih dan bisa memberikan masukan yang bagus sehingga berinisiatif untuk silaturahmi dan mohon konfirmasi kepada Pak Marfill," kata Aras.

Lanjutnya, kami berharap ini bisa cepat selesai dan tidak dari yang timbul setelah masalah ini selesai pada malam hari ini dan saya juga yakin bahwa selama ini yang kami tahu apalagi sekelas komandan tidak akan mungkin mengeluarkan statement yang saya anggap sangat sensitif yang bisa merusak hubungan baik antar etnis yang ada di kota Bitung.

"Karena kita tahu Bitung itu kota multidimensi dan multi etnis sehingga kami sangat menjaga hal itu jangan sampai terjadi gesekan etnis di kota bitung yang kita cintai ini terima kasih," kunci Aras.

Redaksi// CR