SMSI dan ABPEDNAS Perkuat Sinergi Nasional untuk Transparansi dan Publikasi Pembangunan Desa

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

SMSI dan ABPEDNAS Perkuat Sinergi Nasional untuk Transparansi dan Publikasi Pembangunan Desa

Mei 21, 2026

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Pusat ABPEDNAS(Foto istimewa)

JAKARTA, Brantas.News– Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP ABPEDNAS) menjajaki kerja sama strategis nasional guna memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta memperluas publikasi program pembangunan berbasis masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Pusat ABPEDNAS, Jalan Gudang Peluru Raya No. 29, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2026).

Pertemuan dihadiri langsung Ketua Umum SMSI Firdaus bersama Sekretaris Jenderal Makali Kumar, Bendahara Iwan Jalaluddin, dan Wakil Ketua Dewan Penasihat Prof. Dr. Taufiqurochman, A.Ks., S.Sos., M.Si. Dari pihak ABPEDNAS hadir Ketua Dewan Pengawas Prof. Dr. Reda Manthovani, Ketua Umum Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU, serta Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum SMSI Firdaus memaparkan perkembangan organisasi media siber yang dipimpinnya sejak berdiri pada 7 Maret 2017. Kini, SMSI tercatat sebagai salah satu konstituen Dewan Pers dengan jaringan 3.181 perusahaan media siber yang tersebar di 35 provinsi dan berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

Menurut Firdaus, kekuatan jaringan media yang dimiliki SMSI dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan desa secara objektif, edukatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kami ingin membangun kolaborasi dengan ABPEDNAS dalam mendukung penguatan aspirasi masyarakat desa sekaligus mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel,” ujar Firdaus.

Ia menambahkan, peran media sangat penting dalam mengawal pembangunan desa melalui fungsi pers sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, baik sebagai sarana informasi, edukasi publik, maupun kontrol sosial.

“SMSI siap mendukung publikasi berbagai program pembangunan desa melalui jaringan media anggota kami yang tersebar di seluruh daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas ABPEDNAS Prof. Dr. Reda Manthovani menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antara organisasi pers dan lembaga desa menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan desa di Indonesia.

Menurutnya, ABPEDNAS hadir sebagai wadah nasional bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk memperkuat fungsi pengawasan, koordinasi, serta penyaluran aspirasi masyarakat desa.

“Penguatan desa adalah investasi jangka panjang bangsa. Karena itu, BPD harus menjadi garda terdepan dalam memastikan pemerintahan desa berjalan secara transparan, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat,” ujar Prof. Reda.

Pria yang juga menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) tersebut menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak dalam membangun tata kelola desa yang profesional dan berintegritas.

“Desa yang kuat membutuhkan kelembagaan yang kuat. Kejaksaan bersama seluruh elemen, termasuk SMSI, dapat mendampingi ABPEDNAS agar fungsi pengawasan dan kemitraan berjalan profesional,” katanya.

Sekretaris Jenderal ABPEDNAS Adhitya Yusma Perdana menambahkan, kerja sama dengan SMSI sejalan dengan hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ABPEDNAS terkait penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas BPD di seluruh Indonesia.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam menjaga desa dan memperkuat pembangunan nasional,” ujar Adhitya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ABPEDNAS telah menjalankan sejumlah program kreatif, salah satunya lomba film pendek bertema “Jaksa Garda Desa” dengan total hadiah ratusan juta rupiah sebagai bentuk edukasi publik terkait pengawasan pembangunan desa.

Audiensi ditutup dengan komitmen kedua organisasi untuk menindaklanjuti kerja sama secara konkret melalui pelibatan pengurus daerah masing-masing di seluruh Indonesia.


(Red//CHIA)