![]() |
| Masyarakat dimintai waspada degan cuaca extreme saat ini(foto istimewa) |
SULUT, Brantas.News – Suara dentuman guntur yang terdengar sangat keras sejak sore hari hingga malam membuat masyarakat di sejumlah wilayah merasa khawatir. Bunyi menggelegar bahkan dilaporkan mampu membuat kaca rumah, plafon hingga atap bangunan bergetar saat hujan deras disertai kilatan petir melanda.
Fenomena tersebut terjadi akibat aktivitas petir berkekuatan tinggi yang dipicu pertumbuhan awan badai cumulonimbus saat cuaca ekstrem berlangsung. Petir muncul karena adanya pelepasan muatan listrik di atmosfer. Proses itu memicu peningkatan suhu udara secara sangat cepat hingga menghasilkan gelombang kejut suara yang dikenal sebagai guntur.
Masyarakat diminta tidak menganggap remeh kondisi cuaca saat ini. Hujan lebat yang disertai angin kencang, kilat dan guntur berpotensi memicu berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan jaringan listrik hingga kebakaran akibat korsleting arus listrik.
Warga diimbau segera mencari tempat aman apabila melihat kilatan petir yang disusul suara guntur dalam jarak dekat. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dihentikan sementara saat badai petir terjadi.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon tinggi, menjauhi tiang listrik, baliho maupun area terbuka yang rawan tersambar petir.
Penggunaan telepon genggam di dalam rumah relatif aman, namun warga diingatkan agar tidak menggunakan ponsel yang sedang diisi daya ketika terjadi petir karena berisiko terkena lonjakan arus listrik. Masyarakat juga disarankan mencabut perangkat elektronik dari stop kontak guna menghindari kerusakan akibat sambaran petir maupun gangguan listrik mendadak.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan aktivitas di luar rumah saat hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi,” demikian imbauan kepada masyarakat.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, sejak sore cuaca hujan di sertai angin hingga malam hari saat potensi cuaca ekstrem meningkat. Pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat juga diingatkan lebih berhati-hati karena jalan licin dan jarak pandang terbatas dapat memicu kecelakaan.
Fenomena guntur keras ini bukan hal mistis, melainkan proses alam akibat aktivitas listrik atmosfer yang sangat kuat. Meski demikian, dampaknya tetap berbahaya apabila masyarakat tidak meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang terus berubah secara ekstrem.
Red// T.Chia
Warga diimbau segera mencari tempat aman apabila melihat kilatan petir yang disusul suara guntur dalam jarak dekat. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dihentikan sementara saat badai petir terjadi.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon tinggi, menjauhi tiang listrik, baliho maupun area terbuka yang rawan tersambar petir.
Penggunaan telepon genggam di dalam rumah relatif aman, namun warga diingatkan agar tidak menggunakan ponsel yang sedang diisi daya ketika terjadi petir karena berisiko terkena lonjakan arus listrik. Masyarakat juga disarankan mencabut perangkat elektronik dari stop kontak guna menghindari kerusakan akibat sambaran petir maupun gangguan listrik mendadak.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan aktivitas di luar rumah saat hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi,” demikian imbauan kepada masyarakat.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, sejak sore cuaca hujan di sertai angin hingga malam hari saat potensi cuaca ekstrem meningkat. Pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat juga diingatkan lebih berhati-hati karena jalan licin dan jarak pandang terbatas dapat memicu kecelakaan.
Fenomena guntur keras ini bukan hal mistis, melainkan proses alam akibat aktivitas listrik atmosfer yang sangat kuat. Meski demikian, dampaknya tetap berbahaya apabila masyarakat tidak meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang terus berubah secara ekstrem.
Red// T.Chia
