Arus Balik Belum Usai, Polisi Tetap Siaga di Jalanan Jawa Timur

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Arus Balik Belum Usai, Polisi Tetap Siaga di Jalanan Jawa Timur

Maret 29, 2026

Di tengah arus balik yang belum sepenuhnya reda, Kabid Humas Polda Jatim Jules Abraham Abast menegaskan kehadiran polisi tetap di lapangan demi menjamin perjalanan masyarakat aman dan lancar.(foto istimewa)

SURABAYA, Brantas.News — Arus balik Lebaran 2026 di Jawa Timur belum sepenuhnya surut. Meski Operasi Ketupat Semeru telah ditutup pada 25 Maret lalu, aparat kepolisian tetap bertahan di lapangan, menjaga ritme perjalanan masyarakat yang masih bergerak kembali ke kota masing-masing.

Polda Jawa Timur memilih tidak menarik pasukan. Melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), pengamanan tetap digelar di berbagai titik rawan kepadatan, dari jalur tol hingga arteri utama.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyebut sisa arus balik masih menjadi perhatian. Pergerakan kendaraan yang belum sepenuhnya reda membuat kehadiran petugas tetap dibutuhkan.

“Arus balik masih berlangsung. Karena itu, pengamanan tetap kami lakukan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Bagi kepolisian, fase arus balik bukan sekadar penutup, melainkan bagian krusial yang menentukan keselamatan pemudik hingga tiba di tujuan. Pola pengamanan pun tidak banyak berubah—lalu lintas diatur, titik rawan diawasi, dan personel disiagakan penuh.

Di tengah mobilitas yang masih tinggi, masyarakat diimbau lebih cermat mengatur perjalanan. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) dinilai bisa dimanfaatkan untuk menghindari puncak kepadatan.

Namun lebih dari itu, kondisi pengemudi tetap menjadi perhatian utama. Kelelahan kerap menjadi faktor risiko di jalan, terutama setelah perjalanan panjang.

“Jangan memaksakan diri. Kalau lelah, sebaiknya beristirahat. Keselamatan harus diutamakan,” kata Abast.

Lonjakan kendaraan selama musim mudik dan balik tahun ini memang cukup terasa. Data Polda Jatim mencatat lebih dari 2,1 juta kendaraan keluar-masuk wilayah Jawa Timur sepanjang 13 hingga 25 Maret 2026—naik 18 persen dibandingkan tahun lalu.

Meski demikian, situasi secara umum tetap terkendali. Kepadatan yang sempat muncul di sejumlah titik dapat diurai dalam waktu relatif cepat, berkat koordinasi petugas di lapangan.

Kini, ketika gelombang arus balik perlahan menurun, polisi memastikan satu hal: jalanan tetap aman bagi siapa pun yang masih dalam perjalanan pulang.

(Red//Chia)