![]() |
| Menjelang Idulfitri 1447 H, Satgas pangan Gorontalo bergerak cepat! Sidak parsel digelar, pastikan tak ada produk kadaluwarsa yang beredar. (Foto istimewa) |
GORONTALO, Brantas.News — Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, aparat tak mau kecolongan. Satgas Saber Pelanggaran Pangan Provinsi Gorontalo turun langsung ke lapangan, menyisir pertokoan hingga pedagang parsel dalam operasi mendadak yang digelar Kamis (19/3/2026) malam.
Sidak ini bukan sekadar formalitas. Petugas secara khusus memburu potensi praktik curang, terutama dugaan peredaran produk kadaluwarsa yang kerap “disulap” menjadi parsel menarik demi meraup keuntungan besar saat momentum Lebaran.
Lima titik di wilayah Kabupaten dan Kota Gorontalo menjadi sasaran pemeriksaan intensif. Setiap paket parsel dibongkar dan diteliti, mulai dari tanggal kedaluwarsa hingga kondisi kemasan.
Hasilnya? Untuk sementara, belum ditemukan produk bermasalah. Seluruh barang yang diperiksa masih dalam batas aman dan layak konsumsi. Namun, aparat menegaskan—ini bukan berarti pengawasan akan kendor.
Peringatan keras langsung dilayangkan kepada para pelaku usaha. Polisi menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pedagang nakal yang mencoba memainkan kesehatan masyarakat demi keuntungan sesaat.
“Jangan coba-coba. Jika ditemukan produk kadaluwarsa atau tidak layak jual, kami pastikan akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas pihak Satgas dengan nada tanpa kompromi.
Momentum Lebaran, yang seharusnya menjadi ajang berbagi kebahagiaan, diingatkan tidak boleh dikotori oleh praktik curang yang merugikan masyarakat.
Operasi pengawasan dipastikan akan terus berlanjut hingga puncak arus belanja menjelang hari raya. Aparat juga membuka mata publik—jika ada indikasi kecurangan, tindakan hukum siap menanti.
Sidak berlangsung aman dan kondusif, namun pesan yang ditinggalkan jelas: tidak ada tempat bagi pedagang nakal di Gorontalo.
Red//Cia
