![]() |
| Calon Hukum Tua Desa Treman tersebut membuka program pelatihan pengoperasian alat berat excavator yang diberikan secara gratis khusus bagi warga Desa Treman. Foto: istimewa |
MINUT, BrantasNews — Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu langkah yang didorong Ferddy Thomas Lengkong alias Didi di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.
Calon Hukum Tua Desa Treman tersebut membuka program pelatihan pengoperasian alat berat excavator yang diberikan secara gratis khusus bagi warga Desa Treman.
Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ABADI PT Minut Abadi Jaya (MAJ), dengan lokasi pelatihan di Desa Treman, kompleks Air Terjun Lensoan.
Kegiatan berlangsung mulai September hingga November 2026. Saat ini, sedikitnya 36 peserta telah mengikuti program tersebut.
Ferddy mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat di desa yang dicintainya.
“Program ini kami buat untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Desa Treman yang kita cintai. Khusus warga Treman, pelatihan ini gratis. Harapan kami, anak-anak muda dan masyarakat bisa memiliki skill yang nantinya dapat digunakan untuk mencari pekerjaan,” kata Didi, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, keterampilan mengoperasikan alat berat dapat menjadi modal ketika peserta berhadapan dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
“Kegiatan ini sangat baik karena peserta bisa menggunakan skill kerja yang sudah mereka pelajari. Ketika perusahaan atau pihak lain membutuhkan tenaga operator excavator, mereka sudah memiliki kemampuan yang bisa ditawarkan,” ujarnya.
Meski gratis dikhususkan bagi warga Desa Treman, penyelenggara tidak menutup kesempatan bagi anak muda maupun masyarakat dari luar Treman yang ingin mengikuti pelatihan. Peserta dari luar desa dapat mendaftar dengan ketentuan biaya pelatihan yang berlaku.
Bagi masyarakat yang berminat, informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp 0821-9412-3700.
Pimpinan LPK ABADI PT MAJ Pusat Pelatihan Alat Berat, Jelly Marselinus Mamansage, mengatakan pelatihan pengoperasian alat berat dapat diikuti berbagai kelompok usia, mulai dari kalangan SLTA hingga masyarakat berusia 40–50 tahun.
“Belajar dan berlatih alat berat pasti banyak yang membutuhkan ke depan,” kata Jelly.
Ferddy berharap program tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata. Kemampuan yang diperoleh diharapkan benar-benar menjadi bekal bagi masyarakat Treman untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka jalan menuju dunia kerja.
Red//Cheny
2543 dilihat
